Hari inih denger Mario Teguh ngomong di tipi yang tema topiknya adalah 'move on'. Ada 1 kalimat yang dia bilang dan gw langsung tanpa pikir panjang...setuju banget. Dia bilang...'Orang2 yang menyakiti kita adalah orang2 yang dikirim Tuhan untuk membuat kita dewasa'.
I keep saying to my self, tidak ada yang namanya penyesalan, segala sesuatu ituh sudah ditetapkan, Semua kejadian2 yang menyakitkan di masa lalu adalah puzzle supaya kita bisa menjadi kita yang sekarang inih, ujian agar kita menjadi lebih baik. Those kinds of people are created to make us learn and be a better person. Ini seperti buku cerita Disney jaman kecil dulu, ketika kita harus memilih ... kalau sang putri mau ikut petunjuk kurcaci...pergi ke halaman 7, kalau mau ikut petunjuk ibu peri, pergi ke halaman 9.
Akhir dari keputusan yang kita ambil yang pada akhirnya menentukan apakah kita sudah menjadi orang yang lebih baik dari sebelum disakiti atau tidak. Ive been through all these roads. Never i regret for what had happened to me. Gw ga akan jadi kayak sekarang kalau ga ngalamin ujian2 ituh. Mungkin gw cuma akan jalan di tempat. Teramat besar perubahan antara gw yg dulu dan sekarang yang gw rasain.
Kita ga tau kalau kita ituh orangnya bisa ngelucu kalau kita ga ketemu ama orang2 yang garing. Kita ga tau kalo kita orangnya sopan santun kalo ga ketemu ama orang yg nyebelin dan seenak udelnya sendiri.
So yes, we need those people. Kita butuh mereka untuk mengingatkan kita kalau kita jangan jadi seperti mereka. Dan juga untuk orang2 baik yang pernah menyakiti kita. Kita pun at some point butuh mereka, untuk memaksa kita berubah.
Saturday, March 30, 2013
It Is Only A Matter of Time
"Allah has already written the names of your spouses for you. What you need to work on is your relationship with Allah. He will send her/him to you when you’re ready. It is only a matter of time." -- Sheikh Mamdouh --
Masya Allah, akhirnya semua kebingungan gw terjawab. Berapa kali orang2 terdeket gw nyuruh gw untuk mencari dan melirik2. "Kalo ada yang suka yah jangan langsung ditolak mentah2, jangan langsung dijauhin. Dicoba dulu ajah". Ituh kata2 sering banget gw denger. But honestly, i never agree with that.
Gw yakin...kalo emang dia jodoh gw, Allah akan bukain pintu hati gw buat dia. No matter what the case is. Ga ada ituh istilah pacaran2...coba2 dulu. Emangnya beli manggah, bisa dicoba dulu. Jadi setelah satu saat gw baca quote diatas ituh.....100% gw setuju. Dada gw serasa blong. Beban gw serasa diangkat. Karena terus terang gw bingung. Apa yang harus gw lakuin ?. Sementara main coba2 ituh gw ga setuju, tapi gw ga tau jalan keluar lainnya. Yang gw percaya adalah bahwa Allah ituh sesuai dengan prasangka hamba2Nya.
Jadi ituhlah yang harus gw lakuin sekarang. Perbaikin hubungan gw dengan Allah. Kalo sampe saat inih belum ketemu, artinya dalam pandangan Allah, gw belum siap, ato dia yg belum siap. Once we're ready, we will meet each other. Is is only a matter of time.
Harta Gono Gini
Topik di kelas tafsir istiqlal minggu inih menarik banget. Pembahasan tafsir surat An Nisa :20-21
2 Ayat inih menjelaskan tentang bagaiman pembagian harta jika terjadi perceraian diantara suami dan istri. Allah menjelaskan dalam ayat inih, kalau apapun yang sudah diberikan oleh suami kepada istri, jangan diminta lagih ketika terjadi perceraian. Penegasannya dijelaskan di ayat 21 diatas.
Pertanyaan yang langsung muncul di kepala dirikuh & ibu2 di samping dirikuh adalah, bagaimana dengan harta gono gini. Ok, sebenernya apah si yg dimaksud dengan harta gono gini. Sepanjang pengetahuan akuh, ituh adalah harta bersama yang diperoleh selama pernikahan.
Jadi ada beberapa kemungkinan sikon yang terjadi:
1. Jika harta semua atas nama suami, istri tidak berhak mendapat bagian ketika terjadi perceraian. Tetapi suami harus memberikan mut'ah atau harta yang kadarnya tidak di tentukan tetapi cukup untuk menghibur kedukaan sang mantan istri.
2. Hal yang sama terjadi jika ituh atas nama istri, sang suami tidak berhak meminta kembali apa yang sudah diberikan kepada sang istri. Jikapun dia memaksa, maka pengadilan akan memutuskan kalau sang mantan istri yang berhak atas harta ituh.
Lalu timbulah pertanyaan di kepala dirikuh, yang memang pertanyaan inih terjadi di suatu rumah tangga yang dirikuh kenal. Bertanyalah dirikuh kepada sang ustadz, beginih kira2 intinyah : " ustadz, jika suami istri ituh mempunyai rumah dan ituh dari harta mereka berdua, tapi diatasnamakan kepada sang istri, lalu sang suami mau menceraikan sang istri tapi memaksa kalau rumah ituh dibagi dua tetapi sang istri menolak, bagaimanakah hukumnya ?"
Lalu sang ustadz pun menjawab, berarti sang istri menolak karena tidak mau di cerai, dan sang suami memaksa karena tidak mau rugi. Kalau dari ayat diatas, sang suami tidak berhak memaksakan kehendaknya untuk membagi dua rumah ituh, tapi akan lebih baik dimusyarawahkan kepada masing2 pihak. Perlu ada mediator supaya kasus inih ga sampai ke pengadilan, karena kalau sampe ngotot dibawa ke pengadilan, sang istri yang menang.
Selesai kelas, dirikuh berbincang2 sama seorang teman di kelas. Repot juga yah kata sang teman, jika si istri ituh melakukan perbuatan keji semisal berzina, masa dia yang untung dapat rumah. Atau begitu juga sebaliknya, jika sang suami yang penjahat rumah tangga kelas kakap, kasian sang istri ga dapat apa2 kecuali harta mut'ah.
Seharian mikirin inih, akirnya endingnya balik lagih, Allah ituh yang kasih rezeki, bukan suami, bukan istri bukan siapapun. Jika ada pihak yang merasa terdzolimi tetapi dia sabar, Allah akan menggantinya dengan berkali2 lipat.
Intinyah, kalau bisa yah ga usah cerai..., usahakan bangun keluarga yang SAMARA, ataupun jika harus pisah, mbo yah pisahlah dengan baik2 juga, kan nikahnya juga dengan baik2. Jangan gara2 harta jadi perang, main strategi licik2n. Semua bisa dimusyawarahkan . Akur ?
أَتَأْخُذُونَهُ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا (20) وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُ وَقَدْ أَفْضَى بَعْضُكُمْ إِلَى بَعْضٍ وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا (21)Artinya:20-Dan kalau kalian ingin mengganti istri dengan istri yang lain sedangkan kalian telah memberikan harta yang banyak kepada mereka (istri yang kalian tinggalkan), maka janganlah kalian mengambil kembali sedikit pun darinya. Apakah kalian akan mengambilnya dengan kebohongan (yang kalian buat) dan dosa yang nyata?21-Dan bagaimana kalian akan mengambilnya kembali, padahal kalian telah bergaul satu sama lain dan mereka telah mengambil janji yang kuat dari kalian?
2 Ayat inih menjelaskan tentang bagaiman pembagian harta jika terjadi perceraian diantara suami dan istri. Allah menjelaskan dalam ayat inih, kalau apapun yang sudah diberikan oleh suami kepada istri, jangan diminta lagih ketika terjadi perceraian. Penegasannya dijelaskan di ayat 21 diatas.
Pertanyaan yang langsung muncul di kepala dirikuh & ibu2 di samping dirikuh adalah, bagaimana dengan harta gono gini. Ok, sebenernya apah si yg dimaksud dengan harta gono gini. Sepanjang pengetahuan akuh, ituh adalah harta bersama yang diperoleh selama pernikahan.
Jadi ada beberapa kemungkinan sikon yang terjadi:
1. Jika harta semua atas nama suami, istri tidak berhak mendapat bagian ketika terjadi perceraian. Tetapi suami harus memberikan mut'ah atau harta yang kadarnya tidak di tentukan tetapi cukup untuk menghibur kedukaan sang mantan istri.
2. Hal yang sama terjadi jika ituh atas nama istri, sang suami tidak berhak meminta kembali apa yang sudah diberikan kepada sang istri. Jikapun dia memaksa, maka pengadilan akan memutuskan kalau sang mantan istri yang berhak atas harta ituh.
Lalu timbulah pertanyaan di kepala dirikuh, yang memang pertanyaan inih terjadi di suatu rumah tangga yang dirikuh kenal. Bertanyalah dirikuh kepada sang ustadz, beginih kira2 intinyah : " ustadz, jika suami istri ituh mempunyai rumah dan ituh dari harta mereka berdua, tapi diatasnamakan kepada sang istri, lalu sang suami mau menceraikan sang istri tapi memaksa kalau rumah ituh dibagi dua tetapi sang istri menolak, bagaimanakah hukumnya ?"
Lalu sang ustadz pun menjawab, berarti sang istri menolak karena tidak mau di cerai, dan sang suami memaksa karena tidak mau rugi. Kalau dari ayat diatas, sang suami tidak berhak memaksakan kehendaknya untuk membagi dua rumah ituh, tapi akan lebih baik dimusyarawahkan kepada masing2 pihak. Perlu ada mediator supaya kasus inih ga sampai ke pengadilan, karena kalau sampe ngotot dibawa ke pengadilan, sang istri yang menang.
Selesai kelas, dirikuh berbincang2 sama seorang teman di kelas. Repot juga yah kata sang teman, jika si istri ituh melakukan perbuatan keji semisal berzina, masa dia yang untung dapat rumah. Atau begitu juga sebaliknya, jika sang suami yang penjahat rumah tangga kelas kakap, kasian sang istri ga dapat apa2 kecuali harta mut'ah.
Seharian mikirin inih, akirnya endingnya balik lagih, Allah ituh yang kasih rezeki, bukan suami, bukan istri bukan siapapun. Jika ada pihak yang merasa terdzolimi tetapi dia sabar, Allah akan menggantinya dengan berkali2 lipat.
Intinyah, kalau bisa yah ga usah cerai..., usahakan bangun keluarga yang SAMARA, ataupun jika harus pisah, mbo yah pisahlah dengan baik2 juga, kan nikahnya juga dengan baik2. Jangan gara2 harta jadi perang, main strategi licik2n. Semua bisa dimusyawarahkan . Akur ?
Saturday, March 23, 2013
Semoga Cepat Sembuh...Sahabatku !
Terhenyak...ituh perasaan gw ketika melihat dia. Kaget, sedih, miris, kasihan semua campur baur jadi satu. Dia yang biasanya ceria, gesit, cantik, bersemangat, kini terbaring lemah di ruang ICU, dibantu dengan selang oksigen yang membantu pernafasannya. Tarikan nafasnya yang cepat, mukanya yang teramat pucat, tubuhnya yang kini kurus, rambutnya yang rontok..ah bahkan hanya dengan mengingat kondisinya bikin air mata ini mengalir. Dia sahabat terbaik, and i really miss her so much. I never expect to see her like this and it really breaks my heart
Dia seperti ga sadar ketika dijenguk. Dia seperti tidak mengenali lagi temannya. Ditambah dengan kondisi ruang ICU dimana banyak pasien yang sangat parah tergeletak berbarengan.., apa ini ? Sangat tidak rela gw melihat dia berada diruangan itu. ICU seharusnya untuk unit khusus, dimana pasien harus mendapat perawatan super intensif, di sendirikan. Jika ruangan ICU seperti itu, apa bedanya dengan UGD ?.
Hanya menangis dan berdoa kepada Allah swt, cuma ituh yang bisa gw lakuin. Ga berhenti2 air mata ini mengalir ketika pulang dari sana. Ya Allah...Engkau Maha Penyembuh, Engkau yang menurunkan sakit, dan Engkau pula yang menurunkan obatnya. Tolong sembuhkan dia Ya Allah, tiada daya dan upaya dari kami kecuali Engkau lah penentunya. Sembuhkan lah dia Ya Allah, kembalikan lah kesehatannya seperti sedia kala, Izinkanlah kami berkumpul lagi bersama2, Allah, kabulkan lah doa ini, doa orang2 yang mencintai dia dan mengharapkan kesembuhannya. Aamiin.
Dia seperti ga sadar ketika dijenguk. Dia seperti tidak mengenali lagi temannya. Ditambah dengan kondisi ruang ICU dimana banyak pasien yang sangat parah tergeletak berbarengan.., apa ini ? Sangat tidak rela gw melihat dia berada diruangan itu. ICU seharusnya untuk unit khusus, dimana pasien harus mendapat perawatan super intensif, di sendirikan. Jika ruangan ICU seperti itu, apa bedanya dengan UGD ?.
Hanya menangis dan berdoa kepada Allah swt, cuma ituh yang bisa gw lakuin. Ga berhenti2 air mata ini mengalir ketika pulang dari sana. Ya Allah...Engkau Maha Penyembuh, Engkau yang menurunkan sakit, dan Engkau pula yang menurunkan obatnya. Tolong sembuhkan dia Ya Allah, tiada daya dan upaya dari kami kecuali Engkau lah penentunya. Sembuhkan lah dia Ya Allah, kembalikan lah kesehatannya seperti sedia kala, Izinkanlah kami berkumpul lagi bersama2, Allah, kabulkan lah doa ini, doa orang2 yang mencintai dia dan mengharapkan kesembuhannya. Aamiin.
Tuesday, December 25, 2012
Antara Laa dan Lam
Another amazing thing about Al-Qur'an.
QS Al Mumtahanah (60) Ayat 8 :
Versi arab nya :

Dari arti terjemahan diatas, ada 3x penggunaan kata tidak. Tidak melarang, tidak memerangi dan tidak mengusir. Sementara kalo dari versi aslinya, kata laa cuma dipakai 1x doang. Yaitu di awal kalimat. Laa yanhaakumullah (tidak melarang), sisanya Allah menggunakan 2x kata lam.
Beda jelas arti laa dan lam. Laa artinya tidak, sementara lam artinya belum. Inih awalnya cukup membingungkan. Dulu saat belum belajar bahasa arab si baca artinya ajah udah angguk2 kepala, tapi setelah belajar, ada keheranan. Kenapa ada 3x kata tidak sementara di aslinya cuma 1x.
Tanya ustadz yang ngajar di istiqlal, beliau menegaskan pula keyakinan gw antara arti laa dan lam. Lalu kenapa Allah menggunakan kata lam ?, kenapa ga semuanya pakai laa. Kata beliau lagi maksud ayat ini adalah bolehnya kaum muslimin berbuat baik kepada orang2 kafir selama mereka tidak berbuat makar dengan memerangi / mengusir umat islam.
Jadi arti tepatnya ayat diatas adalah :
Mengapa belum ? karena ada dan besar kemungkinan kaum kafir yang awalnya baik dengan umat muslim, satu saat berbalik arah menjadi musuh islam. Selama dia belum menjadi musuh islam, tidak ada larangan untuk bermuamalah yang baik dengan mereka, tetapi ketika mereka berbalik menjadi musuh yang menyusahkan kaum muslim, disaat ituh lah hukum keras terhadap mereka berlaku.
QS Al Mumtahanah (60) Ayat 8 :
Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.
Versi arab nya :
Dari arti terjemahan diatas, ada 3x penggunaan kata tidak. Tidak melarang, tidak memerangi dan tidak mengusir. Sementara kalo dari versi aslinya, kata laa cuma dipakai 1x doang. Yaitu di awal kalimat. Laa yanhaakumullah (tidak melarang), sisanya Allah menggunakan 2x kata lam.
Beda jelas arti laa dan lam. Laa artinya tidak, sementara lam artinya belum. Inih awalnya cukup membingungkan. Dulu saat belum belajar bahasa arab si baca artinya ajah udah angguk2 kepala, tapi setelah belajar, ada keheranan. Kenapa ada 3x kata tidak sementara di aslinya cuma 1x.
Tanya ustadz yang ngajar di istiqlal, beliau menegaskan pula keyakinan gw antara arti laa dan lam. Lalu kenapa Allah menggunakan kata lam ?, kenapa ga semuanya pakai laa. Kata beliau lagi maksud ayat ini adalah bolehnya kaum muslimin berbuat baik kepada orang2 kafir selama mereka tidak berbuat makar dengan memerangi / mengusir umat islam.
Jadi arti tepatnya ayat diatas adalah :
Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang belum memerangimu karena agama dan belum (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.
Mengapa belum ? karena ada dan besar kemungkinan kaum kafir yang awalnya baik dengan umat muslim, satu saat berbalik arah menjadi musuh islam. Selama dia belum menjadi musuh islam, tidak ada larangan untuk bermuamalah yang baik dengan mereka, tetapi ketika mereka berbalik menjadi musuh yang menyusahkan kaum muslim, disaat ituh lah hukum keras terhadap mereka berlaku.
Maksudnya disini berlaku hukum syarat jika - maka. Itu sebabnya Allah menggunakan kata lam. Allah paling tau karakter atau sifat makhluk2 yang Dia ciptakan. Dia tau kalau manusia sifatnya suka berubah ubah.
Bukan laa yang artinya sampai masa depan pun dia tidak melakukannya. Tapi lam, yang jentang waktunya hingga saat sekarang saja (present). Maksudnya juga supaya kita berjaga2, jangan sampai terlena.
Subhanallah. Allah ituh Maha Jenius. Dan ituh pula sebabnya mengapa umat islam harus bisa bahasa arab !. Karena kalo ngandelin arti terjemahan doang, bisa agak melenceng dari arti aslinya. Ayo kuasai bahasa arab, demi untuk mempelajari Al-Quran lebih baik lagih !.
Subscribe to:
Posts (Atom)